Creativity Domain Science

Pengertian Creativity Domain Science

Pada tahun 1989, Yager dan MacCormack mengembangkan taksonomi pendidikan sains yang yang terdiri dari lima domain science. Hal ini dijelaskan dalam kutipannya: “Yager and McCormack have broadened the view of appropriate science for all learners (1989). They have identified five domains that are important as science for all is discussed and defined.” (Robert E. Yager, 1992: 4). Salah satu komponen domain science tersebut adalah creativity domain science.

Istilah creativity domain science mengandung kata creativity yang berarti kreativitas. Kreativitas dalam bahasa Arab adalah al-ibda’ yang merupakan bentuk nomina dari kata kerja abda’a yang artinya membuat sesuatu yang baru. Sedangkan menurut definisinya, kreativitas secara umum memiliki beberapa pengertian, di antaranya:

  1. Menurut Clark Moustakis (1967) dalam Utami Munandar (2012) kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain.
  2. Menurut A. Chaedar Alwasilah (2008) dalam Ngainun Naim (2009), kreativitas adalah kemampuan mewujudkan bentuk baru, struktur kognitif baru, dan produk baru, yang mungkin bersifat fisikal seperti teknologi, atau bersifat simbolik dan abstrak seperti definisi atau rumus.
  3. Menurut Simson dalam Yusuf Abu Al-Hajjaj (2010: 17), kreativitas merupakan inisiatif yang diperlihatkan seseorang dalam bentuk kemampuan seseorang untuk keluar dari sistem yang normal, yaitu melalui kotemplasi dengan mengikuti satu model pemikiran baru.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, kreativitas secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu terhadap diri sendiri maupun lingkungannya, sehingga menghasilkan produk baru yang bersifat fisikal atau pun abstrak melalui kotemplasi dengan mengikuti satu model pemikiran baru.

Kemampuan dalam Creativity Domain Science

Creativity domain science terdiri atas beberapa aspek berupa kemampuan-kemampuan yang dimiliki individu. Kemampuan-kemampuan dalam creativity domain science dijelaskan oleh Robert E. Yager (2009: 192) dalam kutipannya: “…creativity domain: improving in quantity and quality questions, possible explanations, and predicted consequences”. Kemampuan-kemampuan tersebut dijelaskan kembali oleh Zuhdan Kun Prasetyo (2011: 12) bahwa kemampuan-kemampuan dalam creativity domain science meliputi: (a) menghasilkan alternatif atau menggunakan objek yang tidak biasa digunakan, (b) memecahkan beberapa masalah, (c) berfantasi/berimajinasi, (d) mendesain beberapa peralatan dan mesin, serta (e) menghasilkan ide-ide yang luar biasa.

Sumber:
Nurhidayat. 2013. Pengembangan Modul Panduan Outbound untuk Mengoptimalkan Creativity Domain Science pada Siswa SMA. Skripsi, tidak dipublikasikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo, Purworejo.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: