Kegiatan Outbound di Sekolah

Pengertian Outbound

Kegiatan Outbound di Sekolah

Kegiatan Outbound di Sekolah

Outbound berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari dua kata out dan bound. Menurut asal katanya, out berarti ke luar, sedangkan bound berarti bentuk. Secara umum, outbound dapat didefinisikan sebagai bentuk kegiatan yang dilakukan di luar atau lapangan terbuka (As’adi Muhammad, 2009: 23). Menurut Jamaluddin Ancok (2002: 41) dalam Totong Umar (2011: 62), outbound adalah suatu program kegiatan di alam terbuka yang mendasarkan pada prinsip ”experiental learning” yang disajikan melalui aktivitas fisik dan dikemas dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi, dan petualangan sebagai media penyampaian materi. Menurut Kimpraswil dalam As’adi Muhammad (2009: 26), outbound adalah usaha olah diri (olah pikir dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam rangka melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi dengan lebih baik.

Permainan-permainan yang disajikan dalam outbound merupakan suatu bentuk proses belajar bagi pelaksananya. Menurut As’adi Muhammad (2009: 27), tahapan proses belajar di outbound mempunyai empat tahapan, yaitu experience (melakukan permainan), processing (mendiskusikan manfaat permainan), generalizing (menyimpulkan permainan dari hal yang kecil ke hal yang besar), dan refleksi (menerapkan pengalaman dalam sistem kerja kehidupan).

Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang (As’adi Muhammad, 2009: 28). Kegiatan outbound berawal dari sebuah pengalaman sederhana seperti bermain. Bermain juga membuat setiap anak merasa senang, dan bahagia. Dengan bermain, siswa dapat belajar menggali dan mengembangkan potensi dan rasa ingin tahu, serta meningkatkan rasa percaya dirinya.

Outbound merupakan perpaduan antara permainan-permainan sederhana, permainan ketangkasan, dan olah raga, serta diisi dengan petualangan-petualangan. Hal itu yang akhirnya membentuk adanya unsur-unsur ketangkasan, dan kebersamaan serta keberanian dalam memecahkan masalah. Kegiatan belajar di alam terbuka seperti outbound bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri. Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara berkerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan menghadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.

Manfaat Kegiatan Outbound

Kegiatan outbound individu atau kelompok akan mendapatkan manfaat yang beragam. Mulai dari menambah pengalaman baru. Memacu rasa keberanian. Membangun rasa kebersamaan. Komunikasi yang efektif antarsesama. Bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi. Memahami setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya maupun orang lain. Dapat menimbulkan rasa saling menghargai dalam setiap keputusan. Selain itu juga outbound bermanfaat sebagai proses berlatih memacu cara berpikir seseorang agar selalu sistematis.

Selain manfaat secara psikologis, outbound juga memiliki manfaat edukasional seperti yang dituturkan Yudho (2010) bahwa pelaksanaan outbound yang berbasis alam dijadikan media implementasi pengetahuan teori yang didapat peserta outbound, sehingga timbul pengalaman-pengalaman: (a) pengalaman menjaga kebersihan lingkungan bermain; (b) menanam pohon untuk menjaga kelestarian; (c) pengalaman menyelesaikan masalah dalam permainan; (d) pengalaman diskusi tentang perjalanan kegiatan outbound; (e) membuat perencanaan sebelum kegiatan; (f) pengalaman presentasi akhir tentang hasil kegiatan; dan (g) pengalaman refleksi tentang permainan.

Pengalaman-pengalaman yang timbul memberi manfaat edukasional yang meliputi keterampilan dan pengetahuan seperti: (a) mengembangkan pengetahuan tentang pendidikan outdoor; (b) meningkatkan pengetahuan tentang konservasi alam; (c) meningkatkan kesadaran pentingnya daya dukung lingkungan dalam kehidupan; (d) meningkatkan tanggung jawab dalam melestarikan lingkungan; (e) mengembangkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah; (f) mengembangkan penguasaan akademis; dan (g) meningkatkan kesadaran dan klarifikasi nilai kehidupan. Sehingga, outbound jelas dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah.

Sumber:
Nurhidayat. 2013. Pengembangan Modul Panduan Outbound untuk Mengoptimalkan Creativity Domain Science pada Siswa SMA. Skripsi, tidak dipublikasikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo, Purworejo.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: