Tausiah: Memuliakan Orang Tua

(download file)

09

Terkadang kita tidak menyadari betapa pentingnya peranan orang tua terhadap diri kita, cobalah kita merenung sejenak, bisakah kita hidup tanpa bimbingan orang tua?  Ketika kita masih berada di dalam kandungan, ibu sudah begitu merasakan betapa susahnya mengandung (demikian apa yang pernah dikatakan oleh seorang ibu), betapa kerasnya perjuangan ibu ketika sedang melahirkan kita, mempertaruhkan nyawa.  Tengah malam, waktu kita bangun dan menangis kemudian, ibu dengan sabar dan telaten kita ketika kita masih bayi.  Sejalan dengan bertambahnya usia, kedua orang tua kita dengan sepenuh hati tak kenal susah  membesarkan diri kita, menyiapkan berbagai macam kebutuhan seperti kebutuhan makanan, aneka permainan, menyiapkan sandang, bahkan sampai menyekolahkan sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi.  Pastilah tak terhitung berapa biaya atau perjuangan yang dikeluarkan oleh orang tua kita demi anak kesayangannya, siang malam ayah-ibu bekerja keras banting tulang untuk mencukupi kebutuhan putra-putrinya, berusaha keras agar putra-putrinya hidup layak dan bahagia.  Belum lagi kedua orang tua kita direpotkan oleh permintaan-permintaan kita yang kadang di luar kemampuan mereka, direpotkan oleh kenakalan-kenakalan kita, disusahkan oleh kebandelan-kebandelan kita.  Dan semua itu kadang kita tidak menyadarinya.  Melihat betapa besarnya peran orang tua terhadap hidup kita, maka sudah selayaknya agar kita selalu patuh, taat dan selalu berbakti kepada mereka, memuliakan mereka.

Dalam QS Al-Ahqaaf ayat 15-16 Allah SWT. berfirman,”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’  Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.?  (QS. (46) Al-Ahqaaf: 15-16)

Cobalah kita renungkan pula firman Allah SWT dalam QS Al-Israa 17:23-24 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaknya kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.  Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berusia lanjut dan dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangan kamu mengatakan “Ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan mulia.  Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku kasihilah kedua orang tuaku, sebagaimana mereka berdua telah mengasuhku ketika aku masih kecil.”

Ayat dia atas secara tegas  menunjukkan betapa pentingnya taat patuh serta hormat kepada orang tua, yang hanya satu tingkat di bawah keimanan dan ibadah kepada Allah SWT.  Jadi sesudah beriman dan beibadah kepada Allah SWT selanjutnya adalah berbakti kepada kedua orang tua.

Ada lima hikmah yang bisa kita petik apabila kita berperilaku berbakti, menghormati dan memuliakan orang tua:

  1. Berbakti kepada orang tua adalah amalan yang paling utama.  Hanya satu tingkat di bawah keimanan dan ibadah kepada Allah.  (Q.S. Al-Israa 17:23-24)  Abdullahh Bin Mas’ud pernah bertanya kepada Rasullah,”Amalan apa yang paling utama dan dicintai Allah?”,  Rasulullah  menjawab “Pertama sholat tepat pada waktunya, kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah.” (HR Bukhori  & Muslim)
  2. Bahwa ridha Allah SWT tergantung ridha orang tua.  Janganlah sekali-kali membangkang orang tua kita, berusahalah untuk taat dan patuh agar mendapat ridhanya, bila usaha kita tidak diridhai oleh orang tua, Allah SWT tidak akan meridhai kita.  Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu “anhuma dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” .[Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)
  3. Berbakti kepada orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang kita alami yaitu dengan beramal sholeh dan bertawasul.
  4. Berbakti kepada orang tua dapat diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umur.  Barang kali kita sudah tak serumah dengan orang tua, sudah mandiri dan berdikari, namun demikian  tetaplah mengutamakan silaturrahmi kepada kedua orang tua kita, sebelum silaturahmi kepada orang lain. Jangan sekali-kali melupakannya.
  5. Orang yang berbakti kepada orang tua akan dimasukan keJannah (surga), bila kita ingin menjadi orang yang bahagia dunia akhirat maka muliakanlah dan berbaktilah kepada kedua orang tua kita.

Ada satu hikmah apabila kita memuliakan orang tua yakni kelak kalau kita sudah beranjak usia tua, anak-anak kita pun akan memuliakan kita, seperti sabda Rasulullah SAW, “Muliakanlah orang tuamu, niscaya anak-anakmu pun kelak memuliakanmu.”   Suatu pesan mulia untuk kita laksanakan agar generasi kita menjadi generasi yang santun dan taat serta memuliakan orang tua, guna meraih hidup dengan ridha orang tua.  Apa yang kita tanam saat ini akan kita panen di hari tua, kita berbuat baik dan memuliakan orang tua, kelak jika kita sudah uzur juga akan dihormati dan dimuliakan oleh anak-anak kita.

Betapa indahnya ajaran Islam tentang pentingnya berbakti dan memuliakan orang tua.  Ketika kita berada di sekolah/madrasah, bapak ibu guru juga menjadi orang tua kita, maka sudah selayaknya pula untuk patuh dan taat kepada mereka.  Karena bapak & ibu guru kita juga mendidik, mengajarkan ilmu pengetahuan secara tulus dan ikhlas yanginsyaallah tanpa pamrih demi kemajuan murid-muridnya.  Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berbakti dan taat serta memuliakan kedua orang tua kita, juga termasuk kepada guru-guru kita.  Wallahu a’lam bishshowab.

Tausiah ini saya sampaikan pada hari Rabu, 3 September 2014 pukul 07.17 di ruang guru SMP Luqman Al-Hakim Balikpapan.

Sumber: gurupinter.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: