Ciri-Ciri Makhluk Hidup


Makhluk Hidup dan Benda Tak Hidup

Coba perhatikan segala sesuatu di sekitar kita. Segala sesuatu, baik itu benda maupun makhluk hidup semuanya adalah ciptaan Allah, termasuk diri kita, termasuk segala makhluk yang hidup di muka Bumi ini. Allah menciptakan makhluk hidup berawal dari benda tak hidup, yaitu air. Seperti pada firman Allah dalam QS. (21) Al Anbiyaa’: 30.

QS (21) Al Anbiyaa' 30

Selain itu, pernahkan kita menyadari tentang biji, benda tak hidup yang dihasilkan tumbuhan. Biji tidak memiliki ciri-ciri kehidupan sehingga tergolong benda tak hidup. Namun, dari benda tak hidup inilah Allah menumbuhkan kehidupan, yaitu tumbuhan. Tumbuhan-tumbuhan inilah yang menunjang segala kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Sulit kita bayangkan jika Allah tidak menciptakan tumbuhan. Seperti pada firman Allah dalam QS. (6) Al An’aam: 95.

QS (6) Al An'aam 95


Ciri-Ciri Makhluk Hidup

1. Bergerak
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Manusia dan hewan dapat bergerak bebas atau pindah tempat. Untuk bergerak, manusia dan hewan memerlukan sarana bantu untuk bergerak yang disebut alat gerak. Alat gerak dapat berupa kaki untuk berlari, sirip untuk berenang, dan sayap untuk terbang.
Sebaliknya pada tumbuhan, pergerakan tumbuhan dilakukan oleh sebagian tubuhnya sehingga tidak terlihat adanya perpindahan tempat. Contoh gerak tumbuhan adalah ujung batang bergerak ke arah datangnya cahaya, akar bergerak ke bawah menembus tanah, dan daun putri malu akan menguncup ketika disentuh.

2. Makan
Makanan dan air merupakan kebutuhan bagi semua makhluk hidup. Makanan berfungsi untuk menghasilkan energi, pertumbuhan, ddan mengganti sel tubuh yang rusak. Sedangkan air berfungsi sebagai zat pelarut di dalam tubuh.
Setiap makhluk hidup mempunyai cara yang berbeda-beda untuk mendapatkan makanan. Tumbuhan hijau dapat menyusun makanannya sendiri dari air (H2O) dan karbondioksida (CO2) dengan bantuan sinar matahari melalui proses yang disebut fotosintesis. Hasil fotosintesis berupa zat tepung. Fotosintesis juga menghasilkan oksigen. Karena kemampuannya untuk membuat makanan sendiri berupa bahan organik, tumbuhan disebut sebagai makhluk hidup autotrof. Makhluk hidup juga ada yang bersifat heterotrof, yaitu makhluk hidup yang menggunakan bahan organik sebagai sumber makanannya. Contohnya adalah manusia dan hewan. Manusia memakan tumbuhan dan hewan. Hewan memakan tumbuhan dan hewan lainnya.

3. Peka terhadap Rangsangan
Semua makhluk hidup dapat bereaksi terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya. Reaksi ini timbul jika ada rangsangan dari lingkungan. Rangsangan dapat berupa cahaya, panas, dingin, bau dari gas, sentuhan, gravitasi, rasa, dan lain-lain. Manusia dan hewan menggunakan indera untuk mengenali adanya rangsangan. Misalnya, mata peka terhadap rangsangan cahaya, telinga peka terhadap getaran suara, hidung peka terhadap bau, kulit peka terhadap sentuhan atau tekanan, dan lidah peka terhadap rasa zat.
Tumbuhan tidak memiliki indera seperti pada manusia dan hewan, tetapi peka terhadap rangsangan. Misalnya, ujung batang selalu menghadap ke arah datangnya cahaya, ujug akar tumbuh ke bawah karena gaya gravitasi, dan putri malu akan mengatupkan daunnya jika disentuh. Sifat mampu menanggapi rangsangan yang datang dari lingkungan disebut iritabilita.

4. Bernapas
Bernapas (respirasi) merupakan proses mengambil oksigen dari lingkungan dan mengeluarkan gas karbondioksida dari tubuh. Oksigen digunakan untuk mengubah zat makanan menjadi energi secara kimiawi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk berbagai aktivitas tubuh.
Manusia bernapas dengan paru-paru. Hewan yang hidup di darat juga bernapas dengan paru-paru, misalnya kucing, kelinci, ayam, burung, dan sapi. Hewan air umumnya bernapas dengan insang, misalnya ikan gurami, ikan tuna, dan ikan hiu. Ada pula hewan air yang bernapas dengan paru-paru namun dapat bertahan lama di dalam air. Misalnya penyu, paus, lumba-lumba, dan duyung, yang merupakan kelompok hewan mamalia air. Beberapa kelompok hewan memiliki alat pernapasan yang masih sederhana. Misalnya cacing tanah bernapas dengan kulit, dan serangga bernapas dengan trakea.
Bagaimana pernapasan pada tumbuhan? Tumbuhan bernapas mengambil oksigen melalui lubang-lubang kecil pada daun yang disebut stomata. Selain itu, udara pernapasan juga keluar masuk melalui lubang-lubang kecil di batang yang disebut lentisel.

5. Tumbuh
Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan, mulai dari kecil hingga menjadi besar. Bayi yang kecil waktu baru lahir, akan tumbuh menjadi remaja, dan kemudian dewasa. Anak hewan yang semula kecil lambat laun tumbuh menjadi besar seperti induknya. Biji yang ditanam akan tumbuh menjadi kecambah dan kemudian menjadi tanaman yang lebih besar. Dengan kata lain, tumbuh merupakan pertambahan ukuran tubuh yang tidak dapat kembali lagi ke ukuran semula. Pertambahan ukuran tersebut terjadi karena adanya penambahan jumlah dan pembesaran sel-sel penyusun tubuh. Untuk tumbuh, makhluk hidup memerlukan makanan atau nutrisi. Dari makananlah, makhluk hidup mendapatkan energi dan zat penyusun tubuh.

6. Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)
Setelah berolah raga, tubuhmu berkeringat. Demikian pula saat udara terasa panas, tubuhmu berkeringat. Sebaliknya, saat udara dingin, kamu lebih sering buang air kecil mengeluarkan urine. Keringat yang mengandung garam mineral dan urine merupakan contoh zat sisa yang dikeluarkan makhluk hidup. Ada pula karbondioksida dan uap air yang dikeluarkan sebagai zat sisa dari proses respirasi.
Pengeluaran zat sisa oleh maklhuk hidup disebut ekskresi. Ekskresi sangat diperlukan karena zat sisa bersifat racun sehingga jika tidak dikeluarkan akan mengganggu kinerja tubuh.
Makhluk hidup memiliki alat ekskresi yang berbeda-beda. Tumbuhan mengeluarkan karbondioksida dan uap air melalui stomata dan lentisel. Manusia mengeluarkan urine melalui ginjal; karbondioksida dan uap air melalui paru-paru; air dan garam mineral melalui kulit berupa keringat.

7. Berkembang Biak
Induk kucing melahirkan anak kucing, induk kuda melahirkan anak kuda, dan induk sapi melahirkan anak sapi. Dari individu berkembang menjadi banyak individu. Itulah yang disebut berkembang biak (reproduksi). Semua makhluk hidup dapat berkembang biak. Tujuan makhluk hidup berkembang biak adalah melestarikan jenisnya.
Cara berkembang biak makhluk hidup berbeda-beda. Perkembangbiakan dapat terjadi secara kawin (seksual, generatif) dan tak kawin (aseksual, vegetatif). Reproduksi generatif merupakan reproduksi dengan cara meleburkan sel telur dengan sel sperma. Reproduksi vegetatif merupakan reproduksi tanpa adanya peleburan sel telur dengan sel sperma. Manusia berkembang biak secara generatif. Hewan dan tumbuhan ada yang berkembang biak secara generatif dan ada yang vegetatif. Reproduksi vegetatif dapat terjadi melalui, antara lain pertunasan, contohnya pohon pisang; setek, contohnya pohon mangga; dan umbi, contohnya pohon singkong.

8. Beradaptasi
Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana anjing dan kucing tidur? Mereka menggulungkan badannya bukan? Apakah hewan itu menggulungkan badannya pada hari panas? Perhatikan bahwa unta menyimpan lemak sebagai cadangan makanan di punuknya. Kaktus memiliki daun berbentuk duri untuk mengurangi penguapan air di lingkungannya yang panas. Teratai memiliki daun yang lebar untuk mempercepat penguapan air di lingkungan yang berair. Pohon jati akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan. Semua contoh tersebut adalah bukti bahwa makhluk hidup dapat menyesuaikan diri atau dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kemampuan beradaptasi membuat makhluk hidup dapat bertahan hidup di lingkungannya.


Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup mempunyai persamaan sifat atau ciri. Ciri tersebut adalah bernapas, bergerak, bereaksi terhadap rangsang (iritabilita), memerlukan makanan (nutrisi), tumbuh, mengeluarkan zat sisa (ekskresi), berkembang biak (reproduksi), dan beradaptasi dengan lingkungannya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa benda yang tidak memiliki ciri-ciri tersebut dikelompokkan sebagai benda mati (tak hidup).


  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: