Contoh Dialog Drama dari Sebuah Cerpen


Contoh Cerpen

Iqbal sudah dua hari sakit perut. Dia mencret terus. Oleh karena itu, dia pergi memeriksakan dirinya ke dokter.

Dokter menanyakan apa yang dirasanya. Iqbal menceritakan bahwa dia mencret sudah dua hari. Sebelumnya, murobbi di asrama sekolahnya memberi dia obat dan sudah diminumnya. Akan tetapi, tidak menolong. Mencretnya tidak juga berhenti.

Dokter itu kemudian memeriksa Iqbal dengan baik. Dia pun bertanya kepada Iqbal tentang jenis obat yang pernah diminumnya. Iqbal menjawabnya dengan tidak tahu. Ia hanya menyebutkan ciri-cirinya. Iqbal pun menjelaskan lebih terperinci tentang keluhan-keluhan yang dideritanya itu.

Iqbal diminta dokter untuk berbaring, kemudian diperiksa pada beberapa bagian tubuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa Iqbal harus segera diopname. Cairan tubuh Iqbal sudah sangat berkurang.

Iqbal sebenarnya ingin berobat jalan saja, tetapi dokter tetap menegaskan bahwa Iqbal harus dirawat di rumah sakit paling tidak selama dua atau tiga hari. Ia harus mendapat infus. Dokter kemudian menulis surat itu dan berkata bahwa ia akan mengatakan semuanya itu kepada orang tuanya. Iqbal kemudian bertanya tentang biaya pemeriksaannya yang harus dibayar.

Dokter mengatakannya tidak usah dibayar sebelum Iqbal betul-betul sembuh. Akhirnya, kembali Iqbal mengucapkan terima kasih kepada dokter itu.


Contoh Drama

Perawat    :  (di tempat praktik dokter Hidayat; perawat berdiri di pintu lalu memanggil sebuah nama) Saudara Iqbal! (yang bernama Iqbal berdiri dan berjalan menuju pintu, lalu masuk).

Dokter      :  Silakan duduk! (menunjuk ke kursi; Iqbal duduk menghadap dokter Hidayat) Saudara sakit ya! Bagaimana perasaan Saudara sekarang? Coba ceritakan!

Iqbal          :  Sudah dua hari saya mencret, Dokter. Diberi obat oleh murobbi asrama sekolah kami tetapi tidak juga berhenti.

Dokter      :  Oo, tahu Saudara apa nama obat yang diberikan mantri itu?

Iqbal          :  Tidak, Dok! Obatnya berupa tablet, putih, disuruh minum tiga kali sehari. Tapi, mencret saya tidak juga berhenti. Hari ini sudah 10 kali saya buang air besar, cair saja.

Dokter      :  Coba saya periksa, silakan berbaring di sana. (Iqbal membuka bajunya, berbaring, dokter memeriksanya memakai stetoskop, meraba-raba perutnya dan menekannya) Sakit?

Iqbal          :  Tidak, Dok! (dokter menjepit kulit tangannya, mengangkatnya, lalu melepaskan. Lambat sekali kembalinya)

Dokter      :  Saudara harus segera diopname. Cairan di tubuh Saudara sudah sangat kurang. Hari ini juga masuk, ya!

Iqbal          :  Boleh berobat jalan saja, Dok?

Dokter      :  Tidak! Saudara harus segera diinfus. Mungkin dua atau tiga hari di rumah sakit. (dokter menulis surat untuk salah satu rumah sakit) Ini surat untuk rumah sakit.

Iqbal          :  Terima kasih, Dok. Saya akan memberi tahu ibu dan bapak saya. Berapa harus saya bayar, Dok?

Dokter      :  Tidak usah bayar dulu. Nanti saja kalau sudah sembuh.

Iqbal          :  Terima kasih, Dokter! (Iqbal keluar dari ruangan praktik dokter).


Sumber:
Kosasih dan Restuti. 2008. Mandiri Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Penerbit Erlangga. 131-132.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: