Bekerja dan Berkarya

Menurut KBBI, bekerja adalah melakukan suatu pekerjaan, sedangkan berkarya adalah menghasilkan sesuatu dari pekerjaan yang dilakukan. Sebagai manusia sudah menjadi kewajiban kita untuk banyak bekerja. Namun, tidak asal banyak bekerja, sebab yang dinilai adalah baik buruknya pekerjaan itu. Pekerjaan yang buruk akan menghasilkan keburukan. Sedangkan pekerjaan yang baik akan menghasilkan kebaikan. Tidak semua orang bekerja menghasilkan suatu karya. Ketika seorang bekerja hanya untuk kepentingan diri sendiri bisa dikatakan ia tidak berkarya. Padahal seseorang yang telah bekerja keras dan menghasilkan karya belum tentu bernilai di sisi Allah, apalagi jika tidak berkarya.

Allah berfirman dalam QS. (98) Al Bayyinah: 7.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

Jadi, nilai hasil karya seseorang bukan dilihat dari kuantitas, namun dari kualitas. Dan kualitas karya dari hasil pekerjaan seseorang ditentukan oleh besarnya keimanan.

Allah berfirman dalam QS. (43) Az Zukhruf: 72.

Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.

Meskipun derajat, ganjaran, atau balasan dari Allah cukup besar bagi mereka yang sungguh-sungguh berkarya, tapi tidak semua karya bernilai baik di mata Allah. Hanya karya orang beriman saja yang akan mendapat nilai baik dari Allah.

Selain itu, masih ada satu lagi syaratnya, yaitu bahwa karya itu harus memiliki nilai keunggulan, alias baik mutunya. Dalam istilah Al Qur’an amal itu haruslah saleh. Hanya amal saleh saja yang bernilai di sisi Allah. Artinya, segala amal, kerja, dan karya orang-orang kafir akan terhapus, tak bernilai apa-apa.

Sebagai contoh, Thomas Alfa Edison telah bekerja keras dan menghasilkan karya yang sangat berguna bagi manusia. Namun karena ia bekerja tidak dengan iman, tanpa tauhid, dan tanpa aqidah kepada Allah, maka tingginya nilai karya Edison hanya sebatas di dunia yang sebentar ini. Sedangkan di kehidupan akhirat yang kekal, ia tidak mendapat apa-apa dari karyanya itu. Itulah sebabnya mengapa Allah selalu mengaitkan iman dan amal saleh dalam ayat-ayat Al Qur’an.

Seandainya ia bekerja dengan iman, maka di sepanjang zaman, setiap kali orang menyalakan lampu listrik, ia mendapatkan bagian dari jariyahnya. Demikian juga karya-karya penemu lainnya, seperti:

  • Albert Einstein (penemu teori relativitas),
  • Michael Faraday (penemu listrik),
  • Nikola Tesla (penemu motor),
  • Christopher Sholes (penemu mesin ketik),
  • Blaise Pascal (penemu mesin hitung),
  • Benjamin Franklin (penemu lensa kaca mata), dsb.

Namun, alangkah ruginya mereka jika ternyata hasil kerja kerasnya tidak dilandasi dengan iman kepada Allah.

Tanpa bekerja dan berkarya sudah tentu iman pun tak ada. Tanpa iman, maka bekerja dan berkarya tidak akan ada nilainya.
-Abeng-

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: